Post sebelumnya

Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah  sebesar-besarnya musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”

            Jawaban Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Ambiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang, dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad/niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam nereka dan kekal didalamnya bersamaku.”

            Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”

            Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah satu sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas,  perak dan permata, rumahnnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan “haram”. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambah maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpaat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”

Post Selanjutnya…

MERAIH HIDUP BERKAH, SUKSES, DAN BAHAGIA

MERAIH HIDUP BERKAH, SUKSES, DAN BAHAGIA

Amalkan 7 Sunnah rasulullah SAW. Tujuh sunnah Rasulullah yang perlu di jaga dan di amalkan ialah:

  1. Senantiasa Kekalkan Wudhu

Wudhu adalah salah satu cara untuk menyuscikan diri dari hadas kecil. Orang yang menjaga wudhunya akan disayangi oleh Allah.

Kata khalifah Ali bin Abu Thalib : “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah.”

  1. Istigfar Setiap Masa

Istigfar ialah memohon keampunan dari allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan dan berjanji kepada Allah tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.

Allah SWT berfirman :” Dan Allah tidak sekali-kali akan menyiksa mereka, sedang Engkau (Wahai Muhammad) ada di antara mereka; dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka beristigfar (meminta ampun). (Al-Anfal : 33)

  1. Membaca Al-Qur’an Sebelum Terbit Matahari

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu sunnah Rasulullah terutamanya membaca Al-Qur’an pada waktu sebelum terbitnya matahari. Jadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup dan jangan dijadikan Al-Qur’an sebagai bacaan bacaan sahaja. Jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan, panduan dan membudayakan Al-Qur’an dalam setiap perkara dalam kehidupan kita.

Allah SWT berfirman : “ Sesungguhnya Al-qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang amat benar (agama Islam), dan memberikan berita yang mengembirakan orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal sholeh. Bahwa mereka beroleh pahala yang besar. (Al-Isra : 9)

  1. Solat Jamaah di Masjid

Solat yang lebih baik adalah solat berjamaah di masjid, karena pahala orang yang solat berjamaah di masjid sangat besar dan pahalanya dihitung pada setiap langkahnya ke masjid dan ia juga akan mempeeoleh pahala berjamaah sebanyak 27 pahala.

Nabi Muhammad SAW bersbda : “Sungguh, alngkah ingin aku menyuruh (para sahabat) melakukan solat, dan aku suruh seseorang untuk mengimaminya, kemudian aku pergi Bersama beberapa orang yang membawa beberapa ikat kayu api menjuju (rumah) orang-orang yang tidak ikut solat berjamaah, untuk membakar rumah mereka dengan api.

  1. Melakukan Solat Dhuha

Solat Sunat Dhuha adalah solat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya, karena solat sunat Dhuha ini banyak kelebihannya. Diantara kelebihan ialah pintu rezeki dibuka dan dimurahkan  rezeki. Waktu solat sunat Dhuha ialah dari naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir.
Rasulullah SAW pernah bersabda : “Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah : tiap-tiap tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

  1. Solat Tahajjud

Solat Tahajjud ialah solat apabila terjaga daripada tidur malam. Sebai-baiknya 1/3 malam yang terkhir yaitu dalam lingkungan jam 3 atau 4 pagi. Jumlah rakaat sekurang-kurangnya 2 rakaat. Di antara fadhilhnya :

  1. Mendapatkan perlindungan Allah dan menampakkan kesan ketaatan di wajahnya.
  2. Dikasihi oleh para ahli ibadah dan orang mukmin.
  3. Percakapannya hisab ke atasnya.
  4. Dimudahkan hisab ke atasmya.
  5. Mendapat catatan amal dari tangan kanannya.

Allah SWT berfirman : “Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah sembahyang tahajjud padnya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji. (Al-Isra : 79 )

  1. Senantiasa Bersedekah

Sedekah ialah seseorang itu mengorbankan sedikit hartanya untuk diberikan kepada orang yang memerlukan dengan hati dan perasaan yang ikhlas karena Allah. Bagi orang yang rajin bersedekah, Allah akan gandakan setiap sedekahnya dengan rezeki yang melimpah.

Allah SWT berfirman : “Dan jangan sekali-kali orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (dilehernya) pada hari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah maha teliti atas apa yang kamu kerjkan.” (Q.S Ali Imran 180).

Referensi :
Mutiara Kisah Dan Nasehat Untuk Keselamatan Dunia Akhirat.

UKHUWAH ISLAMIYAH

Tidaklah dua orang muslim berjumpa, lalu keduanya berjabat tangan, kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah.”(H.R. Abu Daud)

MAKNA UKHUWAH ISLMAIYAH

kata ukhuwah berasal dari kata kerja akha, misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”, (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). Makna ukhuwah islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan Akidah.

Hakekat Ukhuwah Islmiyah:
1. Nikmat Allah (Q.S. 3 :103)
2. Perumpamaan tali tasbih (Q.S. 43 :67).
3. Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8 : 63).
4. Merupakan cermin kekuatan iman (Q.S. 49 : 10).

FATIMAH AZ-ZAHRA RA

Kita terlalu sibuk dengan hari vaelntine tahun ini hingga kita lupa bahwa tangal 14 Februari 2020/20 Jumadil Akhir 1441. Adalah hari lahir putri tercinta baginda Nabi Muhmmad saw yaitu Fatimah Az-zahra. Fatimah yang berarti berseri ‘, begitulah nama Fatimah Az-zahra RA, putri kesayangan Rasulullah saw. Fatimah merupakan putri bungsu Nabi Muhammad saw dan Khadijah binti Khuwailid RA. Kelahiran Siti Fatimah Az-zahra ini salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Jumadil Akhir.

Kelahiran Fatimah begitu dismabut gembira oleh Rasulullah. Beliau kemudiana menamainya dengan nama Fatimah dan julukannya Az-Zahra, sedangkan kuniyahnya ialah Ummu Abiha ( ibu dari bapaknya). Menurut Rizem Aizid dalam bukunya berjudul The Great Sahaba, Fatimah Az-Zahra RA juga memiliki nama lain, seperti Shiddiqiah, Zahra, Mubarakah, Radhiyah, Mardhiyah, Thahirah, Zakiyah, dan Muhaddatsah.

Fatimah juga memiliki lebih dari 30 julukan. Julukan-julukan tersebut ada dalam sifa-sifat yang telah disebutkan oleh Rasulullah saw sendiri, di antaranya, Ummul Aimmah, Ummu Abiha, Ummu Hasan, Ummul Husein, Ummul Muhsin, Batul, Haniyah, Al-Hurrah, Hashan, Haura Insiyah, Sayyidah An-Nisa al- Alamin, shabirah, Muthahharah, Syahidah, dan lainnya.

Fatimah juga termasuk 4 wanita yang di rindukan surga dalam sebuah hadist yang artinya :
“Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imron, Fatimah binti Rasulillah shallalahu ‘alaihi wasallam, Khadijah binti Khuwalid, dan Asiyah.” (HR. Muslim).

ADAB-ADAB TA’LIM WA’TAALUM

Taklim wa ta’alum adalah amalan yang sangat penting untuk dihidupkan, baik di masjid bersama jamaah maupun dirumah bersama anggota keluarga. Hal ini disebabkan katena taklim wa ta’alum adalah salah satu amalan yang hidup di Masjid Nabawi. Maksud taklim wa ta’alum adalah untuk meningkatkan semangat (jazbah) beramal, karena dibackan firman-firman Allah swt. dan sabda-sabda rasullah saw. yang membicarkan tentanng keutamaan mengerjakan suatu amalan dan ancaman jika di tinggalkannya.
Fafhilah taklim wa ta’alum adalah ;
1. Mendapatkan sakinah (ketenangan jiwa).

بَيْنَمَا رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَقْرَأُ ، وَفَرَسٌ لَهُ مَرْبُوطٌ فِى الدَّارِ ، فَجَعَلَ يَنْفِرُ ، فَخَرَجَ الرَّجُلُ فَنَظَرَ فَلَمْ يَرَ شَيْئًا ، وَجَعَلَ يَنْفِرُ ، فَلَمَّا أَصْبَحَ ذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ »

“Ada seseorang yang sedang membaca (surat Al-Kahfi). Di sisinya terdapat seekor kuda yang diikat di rumah. Lantas kuda tersebut lari. Pria tersebut lantas keluar dan melihat-lihat ternyata ia tidak melihat apa pun. Kuda tadi ternyata memang pergi lari. Ketika datang pagi hari, peristiwa tadi diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda, “Ketenangan itu datang karena Al-Qur’an.” (HR. Bukhari, no. 4839 dan Muslim, no. 795)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Itulah yang menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an itulah sebab turunnya rahmat dan hadirnya malaikat. Hadits itu juga mengandung pelajaran tentang keutamaan mendengar Al-Qur’an.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 74)


2. Dicucuri rahmat oleh Allah swt.

Dalam Al-Qur’an juga disebutkan,

إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)

3. Dikerumuni para malaikat.

Tanda bahwasanya malaikat ridha dan suka pada orang-orang yang berada dalam majelis ilmu.

وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

“Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridha pada penuntut ilmu.” (HR. Abu Daud, no. 3641; Ibnu Majah, no. 223; At-Tirmidzi, no. 2682. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Sedangkan Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini). Maksudnya, para malaikat benar-benar menghormati para penuntut ilmu. Atau maksudnya pula malaikat turun dan ikut dalam majelis ilmu. (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7: 493)


4. Dibangga-banggakan oleh Allah swt. Dihadapan majelis para malaikat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِى فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلإٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلإٍ خَيْرٍ مِنْهُ

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku pada-Ku. Aku bersamanya kala ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, maka aku akan menyebut-nyebutnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu.” (HR. Muslim, no. 2675)

Dalam sebuah hadits disebutkan:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2699 dan Abu Daud)

Adab-adab taklim wa ta’alum adalah :

A. Adab lahiriyah :
1. Memiliki wudhu.
2. Memakai wangi-wangian.
3. Duduk iftirasy (duduk tahiyat awal).
4. Duduk rapat-rapat.

B. Adab batiniyiyah :
1. Ta’zhim wal ihtiram ( mengagunkan dan memuliakanb).
2. Tashdiq wal-yaqin ( membenarkan dan menyakini ).
3. Taatsur fil-qolbi ( mengesankan dalam hati ).
4. Niyatul-amal wa tabligh ( berniat mengamalkan dan menyampaikan )
Adapu lainnya yaitu hati tawajuh dan tawadhu’ kepada Allah swt. Jika kita mendengar firman Allah swt. dan hadits Rasulullah saw. seakan-akan Allah swt. sendiri dan Rasulullah saw. sendiri sedang berbicara kepada kita. Apabila nama Allah di sebut, maka kita ucapkan Subhanallahuwataala atau Aza wa Jalla. Apabila nama Rasulullah disebut, maka kita ucapkan Shalallahualaihi wa sallam, dan bila nama sahabat disebut kita ucapkan Radhiyallahuanhu untuk laki-laki dan Radhiyallahuanha untuk wanita. Jika nama nabi atau malaikat disebut maka kita ucapkan alaihissalam. Ucapan-ucapan tersebut diucapkan secara sirri. Pada akhir takim para mustami’ diajak mengamalkan dan menyampaikan apa yang telah didengar kepada orang lain. Selanjutnya majelis ditutup dengan doa kafaratul majelis:


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، عَمِلْتُ سُوءًا أو ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji bagi Engkau, saya bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada -Mu. Aku berbuat keburukan atau berbuat zalim kepada diriku sendiri. Maka ampunilah, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Refenrensi :

Fadhilah sedekah. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakariyya.
Penerbit Ash-Shaff Yogyakarta

MENGENAL NABI MUHAMMAD SAW

Adapun menganal Nabi Muhammad SAW mengandung lima hal :

Pertama : Mengetahui nasab beliau. Beliau adalah orang yang paling bagus nasabnya, dari Bangsa Arab suku Quraisy dan Bani Hasyim. Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bi Abdul Muththalib bin Hasyim dan seterusnya.

Kedua : Mengetahui umur, tempat dan kemana tempat hijrah beliau. Dan ini telah di jelaskan oleh penulis dalam ucapannya: “Beliau berumur 63 tahun, lahir di Makkah dan hijrah ke Madinah.” Beliau tinggal di Makkah selama 53 tahun, kemudian hijrah ke Madinah dan menatap di situ selama sepuluh tahun. Beliau wafat di Madinah pada bulan Rabi’ul Awal tahun 11 hijrah.

Ketiga : Mengetahui masa kenabian beliau yaitt selama 23 tahun. Beliau menerima wahyu yang pertama ketika berumur 40 tahun. Sebagai dikatakan oleh salah seorang penyair,
Dan telah datang kepadanua kenabian di usia empat puluh
Dan bersinarlah matahari kenabian darinya di bulan Ramadhan

Keempat : Dengan apa beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul? Beliau diangkat menjadi Nabi setelah turun wahyu ke padanya, yaitu Firman Allah SWT,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ (5

“Bacalah dengan (menyebut) Nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmu-lah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan qalam (pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.” (surah Al-‘Alaq 1-5).

Dan beliau menjadi seorang Rasul semenjak turun wahyu,

يا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3) وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)

وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (6) وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7)

“Wahai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan!
Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersikanlah dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah dan jangan kamu memberi (dengan maksud ) memperoleh (balasan) yang lebih banyak dan untuk (memenuhi peringatah ) Tuhanmu bersabarlah.” (Al-Muddatstsir: 1-7).

Maka bangkitlah Nabi Muhammad SAW untuk memberikan peringtan dan menyampaikan perintah Allah.
Perbedaan antara nabi dan rasul, kalau nabi adalah orang yang beri wahyu namun tidak diwajibkan untuk menympaikannya, sedangkan rasul adalah orang yang diberi wahyu serta wajib menympaikannya dan mengamalkannya. Jadi setiap rasul pasti nabi namun tidak setiap nabi rasul.

Kelima : Dengan apa dan untuk apa beliau diutus? Beliau diutus dengan membawa ajran tauhid, yaitu mengesakan Allah, membawa syriatnya yang mencangkup mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Beliau diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam untuk mengeluarkan manusia dari gelapnya kemusyrikan, kekafiran dan kebodohan kepada cahaya ilmu, iman dan ketauhidan, sehinggga mereka mendapatkan pengampunan dan keridhaan Allah, selamat dari sikasa dan azab nya serta aman dari kemurkaannya.

About me

Namaku adalah Muhmmad Latif , lahir di Tasikmalaya 21 Januari 2000, saya adalah anak ke tiga dari tujuh bersaudara, Muhammad Latif adalah nama pemberian kedua orang tuaku dan Latif adalah panggilan akrabku.

Saya terlahir dari keluarga sederhana . Ayahku bekerjar sebagai tukang service kursi dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga.

Ketika umur 7 tahun , saya memulai pendidikan di SDN 3 Rancapaku Padakembang, Tasikmalaya. Setelah lulus saya melanjut kan pendidikan di MTS Al-Barokah Tasikmalaya di tahun 2013. Setelah lulus saya melanjutkan ke SMA I Yappas Tasikmalaya sampai 2019. Setelah lulus saya melanjutkan pendidikan di Bogor educare.

Saya meiliki hobi-hobi yang berkaitan dengan olahraga bola seperti futsal,sepak bola dan suka dengan alam yang masih alami.

Abu Dzar r.a berkata bahwa Rasulullah saw. besabda kepadanya, “Hai Abu Dzar, apakah menurutmu banyak harta itu kaya?” Abu Dzar r.a menjawab, “Ya Rasulullah, benar.” Nabi saw. bersabda, “Kekayaan adalah kaya hati dan kemiskinan adalah miskin hati.”
(At-Targhib).

Biografi singkat

Namaku adalah Muhmmad Latif , lahir di Tasikmalaya 21 Januari 2000, saya adalah anak ke tiga dari tujuh bersaudara, Muhammad Latif adalah nama pemberian kedua orang tuaku dan Latif adalah panggilan akrabku.

Saya terlahir dari keluarga sederhana . Ayahku bekerjar sebagai tukang service kursi dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga.

Ketika umur 7 tahun , saya memulai pendidikan di SDN 3 Rancapaku Padakembang, Tasikmalaya. Setelah lulus saya melanjut kan pendidikan di MTS Al-Barokah Tasikmalaya di tahun 2013. Setelah lulus saya melanjutkan ke SMA I Yappas Tasikmalaya sampai 2019. Setelah lulus saya melanjutkan pendidikan di Bogor educare.

Saya meiliki hobi-hobi yang berkaitan dengan olahraga bola seperti futsal,sepak bola dan suka dengan alam yang masih alami.